Maroko Meluncurkan Strategi AI Nasional yang Ambisius yang Menargetkan Dampak $10 Miliar

13

Maroko telah meluncurkan “AI Made in Morocco,” sebuah inisiatif nasional komprehensif yang dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan di seluruh perekonomiannya dan menjadikan negara tersebut sebagai pemimpin regional di bidang tersebut. Strategi tersebut, yang diumumkan kemarin oleh Delegasi Menteri Amal El Fallah-Seghrouchni, bertujuan untuk menyumbangkan 100 miliar dirham (sekitar $10 miliar) terhadap PDB nasional pada tahun 2030, menciptakan 50,000 lapangan kerja terkait AI, dan melatih 200,000 profesional terampil.

Pergeseran Strategis: Melampaui Adopsi Menuju Kedaulatan

Inisiatif ini mencerminkan perubahan yang disengaja dalam pendekatan Maroko terhadap AI. Daripada sekadar mengadopsi teknologi yang sudah ada, pemerintah memposisikan AI sebagai kemampuan strategis inti. Fokusnya tidak hanya mencakup keuntungan ekonomi, tetapi juga mencakup kedaulatan digital, reformasi sektor publik, dan peningkatan pengaruh regional. Langkah ini menggarisbawahi tren global yang berkembang: semakin banyak negara yang memandang AI tidak hanya sebagai alat efisiensi, namun juga sebagai komponen penting dalam kekuatan dan daya saing nasional.

Tiga Pilar Strategi AI

Strategi “AI Buatan Maroko” dibangun berdasarkan tiga pilar inti:

  • Kedaulatan dan Kepercayaan: Membangun tata kelola, regulasi, dan infrastruktur yang kuat untuk memastikan kendali nasional atas pengembangan dan penerapan AI.
  • Inovasi dan Daya Saing: Berinvestasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan industri untuk menumbuhkan ekosistem AI yang berkembang.
  • Dampak, Adopsi, dan Pengaruh: Memprioritaskan penerapan AI di dunia nyata di seluruh sektor, mendorong hasil ekonomi, dan memperluas posisi Maroko dalam lanskap AI internasional.

Jaringan AI Terdesentralisasi: The Jazari Institutes

Komponen kunci dari strategi ini adalah peluncuran jaringan Al Jazari Institute. Sistem Pusat Keunggulan AI yang terdistribusi ini, dimulai dengan hub “Jazari Root Racine” di Rabat, akan menjangkau seluruh 12 wilayah Maroko. Pendekatan regional ini memang disengaja: Maroko berupaya menghindari pembangunan yang terkonsentrasi dan sebaliknya mendorong kesetaraan teknologi, memastikan bahwa wilayah-wilayah yang secara historis kurang terlayani pun mendapat manfaat dari pertumbuhan yang didorong oleh AI.

Institut akan fokus pada empat fungsi inti:
* Pelatihan keterampilan AI,
* penelitian terapan,
* infrastruktur digital bersama,
* dan inkubasi startup.

Membangun Aset AI Nasional: Data, Perangkat Lunak, dan Infrastruktur

Maroko juga berinvestasi besar-besaran pada aset dasar AI. Ini termasuk Pabrik Data Nasional untuk mengatur data sektor publik, National Software Forge untuk mengumpulkan algoritma yang dikembangkan pemerintah, dan infrastruktur cloud yang berdaulat, termasuk fasilitas data 50 MW dan rencana pusat energi terbarukan berkapasitas 500 MW di Dakhla. Pengembangan model bahasa nasional juga sedang dilakukan, khususnya menargetkan bahasa Maroko dan bahasa daerah yang kurang terwakili.

Kolaborasi Internasional: Maroko dan Mistral AI

Untuk mempercepat pembangunan, Maroko telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan AI generatif Perancis, Mistral AI. Kemitraan ini akan memfasilitasi penelitian bersama, pertukaran teknis, dan kerja sama jangka panjang di lapangan. Langkah ini merupakan bagian dari pola kolaborasi Selatan-Selatan dan Utara-Selatan yang lebih luas dalam bidang AI, seiring dengan upaya negara-negara untuk mendiversifikasi kemitraan mereka di luar pusat teknologi tradisional.

Pemerataan Regional dan Visi Jangka Panjang

Perluasan pusat keunggulan AI di 12 wilayah merupakan upaya yang disengaja untuk mengatasi kesenjangan historis dalam akses teknologi. Pusat penelitian pertama didirikan di Guelmim-Oued Noun (selatan) dan Nador (timur laut), yang dipilih secara strategis untuk menjembatani kesenjangan antara lembaga penelitian nasional dan ekosistem lokal. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan AI ke dalam sektor-sektor utama regional, termasuk pertanian, pariwisata, dan energi, sekaligus mendorong pengembangan keterampilan lokal dan ekosistem startup.

Kesimpulannya, Inisiatif “AI Buatan Maroko” yang dilakukan Maroko adalah upaya berani untuk melompati era AI, bukan sebagai konsumen teknologi, namun sebagai produsen yang berdaulat. Strategi ini menempatkan AI sebagai landasan pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan kepemimpinan regional, yang menandakan pergeseran yang lebih luas dalam dinamika AI global.