Consumer Electronics Show (CES) tahun ini membuktikan bahwa masa depan televisi bukan hanya soal satu teknologi revolusioner—tetapi juga perpaduan beragam inovasi. Meskipun layar RGB (Merah, Hijau, Biru) menghasilkan banyak perhatian, Samsung, LG, dan TCL terus mendorong batas-batas teknologi OLED dan mini-LED tradisional, menciptakan pasar yang kompetitif dan menarik. Acara tersebut menyoroti bahwa RGB tidak menggantikan standar yang ada; ini menjadi pilihan lain di bidang yang berkembang pesat.
Wallpaper OLED LG: Memadukan Seni dan Teknologi
LG meluncurkan W6 Wallpaper TV, layar OLED ultra-tipis dengan ketebalan hanya 9mm. Desain ini memungkinkan TV dipasang hampir rata dengan dinding, menyerupai karya seni berbingkai. Tidak seperti Frame TV Samsung (yang tebalnya sekitar satu inci), W6 menawarkan kontras dan tingkat hitam yang unggul karena panel OLED-nya. Ia juga mendukung refresh rate cepat 165Hz dengan waktu respon 0,1ms sehingga cocok untuk gaming. Namun, ini hanya akan tersedia dalam ukuran 77 dan 83 inci.
Amazon juga bersaing di bidang TV seni dengan Ember Artline QLED Fire TV, dengan harga $899,99 (55 inci) atau $1,099,99 (65 inci), yang berpotensi menantang model Frame Pro Samsung yang lebih mahal.
Super Quantum Dot Mini-LED TCL: Mendorong Kecerahan dan Warna
TCL memilih untuk menyempurnakan teknologi mini-LED dengan TV LED mini X11L SQD. SQD (Super Quantum Dot) menggunakan nanopartikel quantum dot yang disempurnakan untuk mencapai kecerahan puncak hingga 10.000 nits dan cakupan warna 100% BT.2020. Pendekatan ini bersaing langsung dengan RGB dengan menghadirkan kecerahan tinggi dan tingkat hitam sempurna secara bersamaan. Fokus TCL pada mini-LED menunjukkan bahwa teknologi ini tetap menjadi pesaing kuat meskipun RGB telah muncul.
Micro RGB Samsung: Masa Depan Layar Besar
Samsung meluncurkan Micro RGB TV-nya, layar besar 130 inci yang menampilkan LED mikroskopis merah, hijau, dan biru. Model R95H menjanjikan akurasi warna yang luar biasa (100% BT.2020) dan akan tersedia dalam ukuran mulai dari 55 hingga 100 inci. Hisense juga memamerkan panel RGB besar miliknya, 116UXS 116 inci, yang mencakup warna cyan keempat untuk spektrum yang diperluas. Layar RGB besar ini menandakan peralihan menuju pengalaman menonton yang imersif, meskipun aksesibilitas harga masih menjadi pertanyaan untuk ukuran yang lebih kecil.
Samsung Movingstyle: Portabilitas Didefinisikan Ulang
Di sisi lain, Samsung memperkenalkan Movingstyle M7, TV layar sentuh 4K portabel 32 inci. Dengan roda dan pegangan, layar nirkabel ini dapat dengan mudah dipindahkan antar ruangan. Ini menawarkan masa pakai baterai tiga jam dan biaya $1,199,99, menjadikannya pilihan praktis untuk menonton fleksibel dalam berbagai pengaturan. Konsep ini mungkin tampak khusus, namun menjawab meningkatnya kebutuhan akan tampilan yang dapat disesuaikan dalam gaya hidup modern.
Pada akhirnya, CES 2026 menunjukkan pasar TV yang didorong oleh inovasi di berbagai bidang. Meskipun RGB semakin mendapatkan daya tarik, teknologi mapan seperti OLED dan mini-LED tetap kompetitif. Keberagaman produk baru dari Samsung, LG, dan TCL memastikan bahwa konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan saat meningkatkan sistem hiburan rumah mereka.













































